UNGGUL MENTAL, SM SUDAHI PERLAWAN PJ
SATRIA Muda (SM) Britama Jakarta memulai seri kedua Flexi NBL Indonesia di Solo dengan mulus. Dalam pertandingan pertama di Sritex Arena Solo kemarin, mereka berhasil memungkasi perlawanan Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta dengan kemenangan tipis 86-83.
Dengan kemenangan itu, SM memperpanjang rekor tak terkalahkan. Hasil tersebut juga mengantar mereka menggusur PJ dari puncak klasemen. Itu menjadi bekal yang sangat berharga bagi SM untuk mengamankan gelar juara musim reguler yang tahun lalu direbut PJ.
Kemenangan kemarin menunjukkan betapa tangguh mental juara SM. Sempat disalip PJ 81-82 saat pertandingan menyisakan 1 menit 24 detik, mereka akhirnya bisa memungkasi pertandingan dengan kemenangan. Mental juara pemain-pemain SM membuat mereka mampu keluar dari tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan PJ.
"Para pemain SM mampu menunjukkan kekuatan mental juaranya. Mereka tetap bisa bermain stabil meski berada dalam tekanan pada menit-menit terakhir," terang Rastafari Horongbala, pelatih PJ, saat ditemui setelah pertandingan kemarin.
Coach Fari, sapaan Rastafari, menyebut kurang fitnya point guard utama Kelly Purwanto telah mereduksi kekuatan timnya. Ketika Kelly bermain, PJ mampu tampil baik. Namun, saat dia diistirahatkan -untuk mencegah cedera achilles-nya kian parah- permainan PJ amburadul.
"Kelly memang tidak bisa dipaksakan untuk terus bermain. Cederanya belum sembuh benar," ujar mantan pelatih timnas tersebut.
Meski menang, pelatih SM Octaviarro Romely Tamtelahitu menilai permainan timnya belum maksimal. Khususnya defense yang mudah ditembus. Salah satunya ditunjukkan dengan sukses PJ memasukkan 10 di antara 24 upaya tembakan tiga angka.
"Itu PR besar yang harus kami benahi. Anak-anak terlalu membiarkan para pemain PJ bebas menembak dari luar," tegas pelatih yang karib disapa Ocky tersebut. (ru/c3/ang)
sumber: nblindonesia.com
foto: nblindonesia.com